Pasar Tanah Abang, Pusat Grosir Pakaian dan Kain



Kiprah pasar yang terletak di Jakarta Pusat sebagai sentra perdagangan tekstil sudah dimulai sejak tahun 1735. Walau berusia lebih 270 tahun, kiprah Tanahabang sebagai pusat perdagangan tekstil terbesar di Asia Tenggara tetap mampu bertahan hingga kini.
Seiring dengan perkembangan waktu, pasar ini pun terus berbenah menyesuaikan diri mengikuti perubahan zaman. Sejak dua tahun silam, Pasar Tanahabang menempati sebuah gedung jangkung berlantai 20 dengan 8.000 kios. Namun jumlah ini masih akan bertambah jika pembangunan gedung di sekitarnya selesai.

Jenis produk yang dijual pun beragam. Tak hanya tekstil bahan pakaian, sprei, dan gordin, kini pakaian jadi, tas, dan sepatu juga tersedia. Soal harga, para pedagang tetap memberlakukan harga grosir. Di sini, tawar-menawar pun bukan merupakan hal yang tabu. Tak heran jika pasar ini banyak dikunjungi kaum hawa.
Tidak jauh dari Pasar Tanahabang, kini ada pusat tekstil lainnya yakni Jakarta City Center. Barang yang diperdagangkan mayoritas busana muslim dan perlengkapannya. Namun pasar yang dikenal sebagai Pasar Tasik ini hanya ramai pada Senin dan Kamis. Pada dua hari itu, pedagang menggelar dagangan pukul 04.00 WIB dan tutup sekitar pukul 10.00 WIB.
Selain di Pasar Tanahabang, pemburu tekstil menyerbu Pasar Cipadu, Tangerang, Banten. Di sini dijual aneka macam tekstil berkualitas dengan harga murah. Pasar Cipadu pada dasarnya adalah pasar rakyat. Kios-kios didirikan masyarakat setempat sekitar tahun 1990. Lantaran itu tak tampak kesan mewah dari pasar ini.
Sejumlah pedagang biasanya mengumpulkan tekstil sisa ekspor dari pabrik-pabrik di Tangerang. Berbeda dengan pedagang tekstil umumnya, pedagang di Cipadu menjual dengan cara kiloan bukan meteran. Namun demikian, sejumlah penjual tetap menjual kain dengan dimeter. Peredaran uang di pasar ini mencapai miliaran rupiah per hari.
Kini, Pasar Cipadu makin berkembang. Jumlah kios terus bertambah dan aneka dagangan semakin bervariasi. Tidak hanya menjual tekstil meteran atau kiloan, ditemukan dagangan produk-produk tekstil seperti kain sprei, sarung bantal, atau gorden. Kain yang dijual juga tidak lagi sisa ekspor, tapi impor dari Cina, Korea, dan India.
Di saat ekonomi yang kurang baik ini, kehadiran pakaian bekas bermerek impor menjadi alternatif warga untuk bergaya dengan pakaian-pakaian branded. Di Makassar, Sulawesi Selatan, tempat penjualan pakaian bekas disebut cakar. Kata cakar kependekan dari cap karung, mengingat pakaian dibeli para pedagang secara karungan.
Selain di Kota Makassar, banyak ditemukan pasar tradisional menjadi pusat penjualan cakar. Salah satunya di Jalan Sam Ratulangi. Di sini, berbagai pakaian bekas mulai dari baju, celana, rok, hingga pakaian dalam wanita pun dijual. Bahkan juga dijual kaca mata, jam tangan, ikat pinggang, dan topi.
Pembeli baju bekas ternyata bukan hanya masyarakat golongan ekonomi kurang mampu saja. Artis Melani Subono bisa dikatakan sebagai salah satu penggemar pakaian bekas yang berasal dari golongan mampu. Penyanyi yang baru mengeluarkan album kedua ini selalu menyempatkan diri berburu pakaian bekas di sela-sela kesibukannya.
Tidak ada kata gengsi bagi Melani dalam memburu pakaian bekas. Melani sehari-hari sibuk dengan urusanevent organizer membeli pakaian bekas dari berbagai penjuru daerah dan luar negeri. Selain murah meriah, pakaian yang didapat pun seringkali adalah merek terkenal dan mutu yang bagus

Sumber : berkahsahabat.blogspot.com

Pasar Tanah Abang menjanjikan kualitas terbaik


Jika anda membutuhkan busana muslim maka Pasar tanah abang juga menyediakan busana muslim dengan model yang berbeda setiap harinya. Anda dapat memilih model yang cocok dengan selera dan kepribadian anda. Anda dapat mengunjungi Pasar tanah abang untuk mendapatkan kualitas busana muslim yang terbaik dengan harga yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat.

Untuk pembelian grosir pakaian muslimah maka Pasar tanah abang memberikan harga yang lebih murah dibandingkan dengan pembelian eceran tetapi tentunya untuk pembelian dengan harga grosir anda diharuskan untuk membeli dalam partai yang lebih banyak. Pada umumnya batas minimal pembelian untuk mendapatkan harga grosir adalah 3 potong per model.

Untuk memudahkan anda berbelanja Pasar tanah abang telah mencantumkan harga eceran ataupun grosir disetiap produk yang dijual dengan demikian anda tidak perlu repot lagi untuk menghitungnya.Semua produk yang dijual di Pasar tanah abang langsung dari para produsen sehingga dipastikan anda akan mendapatkan harga yang jauh lebih murah dibandingkan jika anda belanja di tempat lain untuk produk yang sama.
Jangan lupa produk-produk yang dijual di Pasar tanah abang merupakan produk yang berkualitas dengan harga yang tidak perlu diragukan lagi.Anda dapat membeli produk yang anda perlukan dan dipastikan anda akan puas dengan pelayanan serta kualitas yang diberikan. Selamat berbelanja

Sumber – pakaianbusanamuslim.com

Nama besar Pasar Tanah Abang


Nama besar Pasar Tanah Abang sebagai pusat grosir tekstil dan garmen sudah sangat terkenal di seluruh pelosok tanah air. Bahkan di mancanegara, Pasar Tanah Abang juga sudah sangat terkenal. Tak heran, produk-produk yang dihasilkan pedagang di pasar tersebut sudah menembus pasar luar negeri.

Kondisi ini benar-benar dimanfaatkan pengembang untuk membangun pusat grosir di kawasan itu. Salah satunya PT Priamanaya. Pasar Blok A Tanah Abang yang luluh lantah pascakebakaran pada 2002 silam, disulap menjadi pasar tradisional dengan sentuhan modern. Jika semula pasar ini terlihat kumuh, sumpek, dan tidak nyaman, kini Blok A menjadi sebuah bangunan megah berkonsep modern. Bahkan fasilitas yang dimiliki tak kalah dibanding pusat perbelanjaan modern lainnya.

Blok A Pasar Tanah Abang merupakan sebuah pusat bisnis yang megah. Arsitektur bangunannya khas dengan corak Betawi yang dipadukan dengan sentuhan dan nuansa Islam. Alhasil, Blok A Pasar Tanah Abang menjadi pusat perbelanjaan modern yang juga menjadi simbol pelestarian budaya Betawi.
“Sebagian besar pedagang Blok A merupakan warga sekitar yang asli Betawi yang umumnya beragama Islam. Oleh karena itu, konsep bangunan Blok A dengan arsitektur khas Betawi, tapi diberi sentuhan Islam,” kata Manajer Promosi dan Humas Blok A Pasar Tanah Abang, Robby Budiansyah,” Rabu (16/1).
Blok A Pasar Tanah Abang yang berdiri di atas lahan seluas 151.202 meter persegi ini memiliki 18 lantai. Untuk mempermudah akses ke semua lantai, pengelola menyediakan 149 unit eskalator, empat unit passenger lift (capsule), empat unit passenger lift biasa dan delapan unit lift barang (kapasitas 1.000 dan 2.000 kilogram), AC central dan saluran telepon. "Dengan segala fasilitas tersebut diharapkan pengunjung dan pedagang nyaman berlama-lama di Pasar Blok A Tanah Abang ini," ungkap Robby.

Fasilitas lainnya yang tersedia yaitu lahan parkir dengan kapasitas 2.000 mobil. Sementara untuk menjamin keselamatan pengunjung dan pedagang, pengelola juga menyediakan alat proteksi pemadam kebakaran seperti sprinkler, hidran gedung, hidran halaman, sistem alat pemadaman api ringan (APAR), serta fire roller shutter.
Fire roller shutter merupakan sistem pengamanan kebakaran yang membagi ruangan menjadi tiga kompartemen. Jika terjadi kebakaran di lantai tertentu, motor roller shutter akan bekerja secara otomatis daerah kompartemen yang terbakar dengan sekat antikebakaran. Bahkan sekat ini mampu menahan kobaran api selama empat jam.
Pasar Blok A terdiri atas 12 lantai pertokoan, 5 lantai parkir, dan satu lantai untuk foot court. Sedangkan di bagian atap terdapat masjid yang mampu menampung 2.000 jemaah.
Berbagai keunggulan yang dimiliki Blok A Pasar Tanah Abang itu mampu menarik
pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kondisi ini tak pelak menjadikan Pasar Blok A Tanah Abang sebagai pusat perbelajaan bertaraf internasional.
Semakin tersohornya nama Pasar Blok A Tanah Abang sebagai pusat grosir otomatis berimbas kepada terus melonjaknya omset penjualan pedagang setiap harinya.
Yoppi (28), pemilik Toko Blok A Tanah Abang, menuturkan, renovasi yang dilakukan oleh PT Priamanaya selaku pengembang pascakebakaran tahun 2002 silam telah menjadikan pusat perbelanjaan tersebut semakin nyaman untuk dikunjungi pembeli, sehingga pada akhirnya meningkatkan omsetnya setiap harinya.
Ia mengaku dalam sehari omset penjualannya bisa mencapai Rp 20 juta. Itupun pada hari biasa. "Angka tersebut meningkat tajam pada momen-momen tertentu seperti lebaran, tahun baru, maupun imlek," ujar pria berdarah Minang ini, kepada beritajakarta.com, Rabu (16/1).
Selain menjual produk di Pasar Blok A Tanah Abang, setiap harinya dirinya juga mengaku mengirimkan produk-produknya seperti celana jeans dan baju ke berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Pengiriman barang-barang ke berbagai daerah tersebut, mampu mendongkrak omset hingga tiga kali lipat dari omset penjualan di kiosnya setiap hari. "Selain omsetnya lebih besar, pengiriman barang ke daerah juga rutin, karena semua telah berlangganan," paparnya.
Hal senada diungkapkan Lian (45), pemilik  yang berjualan di lantai dasar Blok A Tanah Abang. Selain menjual produk di kios miliknya, ia juga memasarkan produknya ke berbagai pelosok daerah di Indonesia. "Langganan kita ada di berbagai kota, seperti Surabaya, Makasar, Medan, Padang, Sorong, Ambon, Manado. Maka setiap harinya kita pasti kirim barang" ujarnya.
Mengingat tingginya permintaan dari berbagai daerah tersebut, pihak pengelola Blok A Tanah Abang sendiri memfasilitasi para pedagang dengan menyediakan delapan usaha ekspedisi pengiriman barang. "Jadi para pedagang tidak perlu repot-repot apabila ingin mengirimkan barang ke daerah-daerah lainnya," tukas Crispin, staf Media Promosi Pasar Blok A Tanah Abang kepada beritajakarta.com.
Bahkan untuk mempermudah para pedagang untuk mengirimkan produknya ke berbagai kota, Pasar Blok A Tanah Abang juga terdapat tukang panggul (porter) yang bertugas mengangkut barang ke tempat ekspedisi. "Keamanan barang terjamin, karena porter tersebut dibawah pengawasan kita (pengelola Pasar Blok A Tanah Abang-red)," ujar Crispin.
Ia juga mengungkapkan untuk memberikan rasa aman bagi para pedagang dan pengunjung, pihaknya pengelola menempatkan sekitar 2.000 tenaga pengamanan di Pasar Blok A Tanah Abang tersebut. "Pengamanan ini juga dilengkapi kamera CCTV yang ditempatkan di setiap lantai," tukas Crispin.

Penulis: elky/agus
Sumber : beritajakarta.com

Mengenal pasar Tanah Abang

Nama besar Pasar Tanah Abang sebagai pusat pakaian grosir tekstil dan garmen sudah sangat terkenal di seluruh pelosok tanah air. Bahkan di mancanegara, Pasar Tanah Abang juga sudah sangat terkenal. Tak heran, produk-produk yang dihasilkan pedagang di pasar tersebut sudah menembus pasar luar negeri.
Kondisi ini benar-benar dimanfaatkan pengembang untuk membangun pusat grosir di kawasan itu. Salah satunya PT Priamanaya. Pasar Blok A Tanah Abang yang luluh lantah pascakebakaran pada 2002 silam, disulap menjadi pasar tradisional dengan sentuhan modern. Jika semula pasar ini terlihat kumuh, sumpek, dan tidak nyaman, kini Blok A menjadi sebuah bangunan megah berkonsep modern. Bahkan fasilitas yang dimiliki tak kalah dibanding pusat perbelanjaan modern lainnya.

Blok A Pasar Tanah Abang merupakan sebuah pusat bisnis yang megah. Arsitektur bangunannya khas dengan corak Betawi yang dipadukan dengan sentuhan dan nuansa Islam. Alhasil, Blok A Pasar Tanah Abang menjadi pusat perbelanjaan modern yang juga menjadi simbol pelestarian budaya Betawi.
Blok A Pasar Tanah Abang yang berdiri di atas lahan seluas 151.202 meter persegi ini memiliki 18 lantai. Untuk mempermudah akses ke semua lantai, pengelola menyediakan 149 unit eskalator, empat unit passenger lift (capsule), empat unit passenger lift biasa dan delapan unit lift barang (kapasitas 1.000 dan 2.000 kilogram), AC central dan saluran telepon.

Fasilitas lainnya yang tersedia yaitu lahan parkir dengan kapasitas 2.000 mobil. Sementara untuk menjamin keselamatan pengunjung dan pedagang, pengelola juga menyediakan alat proteksi pemadam kebakaran seperti sprinkler, hidran gedung, hidran halaman, sistem alat pemadaman api ringan (APAR), serta fire roller shutter.

Berbagai keunggulan yang dimiliki Blok A Pasar Tanah Abang itu mampu menarik pengunjung, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kondisi ini tak pelak menjadikan Pasar Blok A Tanah Abang sebagai pusat perbelajaan bertaraf internasional.Semakin tersohornya nama Pasar Blok A Tanah Abang sebagai pusat grosir otomatis berimbas kepada terus melonjaknya omset penjualan pedagang setiap harinya.

Sumber : tanahabangonline.com

Lokasi belanja bahan favorit


Anda suka belanja bahan/tekstil ? dimana ? di tanah abang, pasar mayestik ? atau di malah di mall-mall yang bertebaran di penjuru Jakarta ?


Berikut ini adalah beberapa lokasi favoritku untuk belanja bahan :


1. Cipadu. Aku suka belanja di daerah Cipadu, karena selain jaraknya yang dekat dengan rumahku, disini harga bahan lebih murah dari pada di tempat lainnya. Mungkin harga yang murah itu disebabkan karena bahan-bahan yang dijual disini adalah bahan sisa garmen/pabrik. Tapi yang namanya
bahan sisa, pasti stoknya tidak sebanyak dan selengkap bahan baru dan kemungkinan bahan cacat/reject pasti ada, karena itulah, belanja bahan di Cipadu menurutku lebih tepat di sebut hunting bahan, ya karena kita harus pintar-pintar memilih bahan bagus dan murah, jangan sampai kita salah memilih bahan disini, apalagi kalau belum tahu harga pasaran bahan, bisa-bisa kemahalan  belinya.

O iya, kalau anda sudah membeli bahan di Pasar Cipadu, jangan harap kalau besoknya masih bisa beli bahan yang sama di toko yang sama pula, ya karena sisa garmen, jadinya stok sangat terbatas.Tapi untungnya, dengan begitu bahan yang kita beli tidak pasaran kan ?


2. Tanah Abang. Siapa yang tidak kenal Pasar Tanah Abang ? Katanya inilah pasar tekstil  terbesar di Asia Tenggara. Lokasi favorit untuk belanja bahan ada di Blok F (di belakang Blok  A). Harga di sini relatif murah meskipun tidak semurah Cipadu, tetapi koleksinya lebih lengkap dan jangan takut kehabisan stok bahan. Cuma aku jarang belanja bahan disini karena lokasi yang cukup
jauh dari rumahku dan suasana di sana yang ruwet….”Tanah Abang Gitu loh !”. Kalau sudah kesini aku biasanya sekalian membeli perlengkapan menjahit lainnya seperti payet, kacing bungkus, benang jahit,resleting, sulam dll.



3. Mayestik. Kalau anda ingin merasakan susana yang sedikit nyaman silahkan belanja di Pasar  Mayestik. Aku biasanya belanja di dua toko bahan : Ikobana dan Silk. Memang harganya sedikit lebih  mahal dari tempat-tempat lainnya, cuma koleksi dan aksesorisnya sangat lengkap (bisa lihat
katalognya). Disini harga yang ditawarkan adalah harga pas,jadi untuk anda yang belum tahu harga bahan jangan takut dibohongin seperti di Cipadu atau Tanah Abang.Selain itu enaknya belanja di Mayestik yaitu tukang jajannya komplit dan enak ! Dan kalau anda lagi ingin mencari kancing yang khas atau kancing hias/variasi, ada satu toko yang super lengkap disini, cuma aku lupa tempatnya.



4. Nah yang terakhir ini adalah lokasi belanja paling aku suka yaitu Bandung !! ada dua lokasi yaitu Pasar Baru Bandung dan Kings shopping centre Bandung. Kenapa bandung ? karena model dan motifnya setau ku lebih komplit daripada jakarta dan modelnya juga lebih duluan (tapi ini tergantung selera masing-masing ya)…..o iya bahan yang suka aku beli disini adalah bahan kaos, kan pusatnya clothingan kaos ada di Bandung….
Anda punya lokasi belanja favorit lainnya ? silahkan tulis komentar anda disini.


Sumber : www.haifagallery.com

Membuka usaha/ bisnis pakaian - baju - busana

Pangsa pasar untuk usaha penjualan pakaian terbuka luas mengingat ini adalah salah satu dari kebutuhan pokok manusia. Namun kita juga harus memahami bahwa pesaing dalam jenis usaha ini juga tidak sedikit. Oleh karena itu kita harus memiliki strategi bisnis toko pakaian yang handal untuk menjalankan usaha ini. Strategi yang dimaksud bisa berupa penentuan harga dibanding pesaing, jenis produk, aneka produk, segmentasi pasar, sistim pemasaran dan lain-lain.

Mengkaji informasi yang anda berikan, tampaknya ceruk pasar yang dipilih adalah remaja. Tentunya ini menjadi dasar bagi anda untuk menentukan apa produk yang sesuai, model yang sedang tren, harga yang terjangkau, bagaimana melakukan promosinya, dan sebagainya. Itu semua adalah sebagian dari faktor-faktor yang mempengaruhi sebuah usaha bisa dinilai layak untuk dijalankan atau tidak.
Walaupun hal tersebut di atas sudah dipikirkan dengan matang dan terencana, kita tetap harus mempertimbangkan faktor resiko jika bisnis toko pakaian tidak berjalan sesuai rencana. Untuk itu salah satu cara adalah dengan menghitung dampak finansial yang mungkin timbul akibat kegagalan tersebut.
Dari jumlah modal yang dianggarkan maka sebenarnya hanya biaya lain-lain yang akan menjadi uang hangus. Sedangkan jenis biaya lainnya seperti sewa tempat, belanja pakaian dan etalase bisa dialihkan ke pihak lain dengan harga miring sehingga tidak hilang atau hangus sama sekali.

Misalnya jenis biaya tersebut ‘dilepas’ dengan nilai 70% maka kita tetap punya uang sejumlah rp 25 juta. Tentunya metode penghitungan ini harus menyertakan faktor jangka waktu kapan saat harus melikuidasi. Sedangkan untuk biaya operasional maka nilai per bulan tidaklah terlalu besar sehingga ini bisa dijadikan batas minimum untuk menghitung berapa minimum penjualan yang harus tercapai.
Menganalisa dampak risiko dan potensi pasar dari usaha ini secara sederhana maka tampaknya usaha ini cukup layak untuk dipertimbangkan menjadi salah satu bentuk investasi real. Penghitungan break event point akan sangat tergantung kepada proyeksi penjualan yang bisa diperoleh setiap bulan
Sumber : www.detikfinance.com

Bisnis baju di Tanah Abang


PPerkembangan bisnis baju sekarang kian marak. Mulai dari penjualan dengan metode door-to-door, hingga online. Namun demikian pasar Tanah Abang tetap memiliki tempat yang istimewa di hati para konsumen. Sebagai pasar terbesar se-Asia Tenggara, Pasar Tanah abang menyediakan berbagai jenis komoditi termasuk pakaian yang bisa digunakan sendiri maupun untuk penjualan kembali.

Blok-blok yang Menarik di Tanah Abang
Kini pasar Tanah Abang makin berkembang dengan gedung yang bagus dan megah. Sebut saja blok F yang menawarkan barang-barang murah dan pasar Tasiknya, Blok A yang menawarkan barang-barang dengan kenyamanan berbelanja di gedung ber AC, dan sebentar lagi Blok B yang menyatu dengan blok A akan dibuka. Tentu saja hal tersebut membuka peluang yang besar untuk para penjual yang ingin mengadu peruntungan di sana.

Jurus Berbisnis di Tanah Abang
Apakah Anda ingin mencoba bisnis baju di Tanah Abang? Anda bisa mencoba bisnis baju muslim. Tapi sebelumnya, tak ada salahnya mempersenjatai diri dengan ilmu dan pengetahuan tentang bagaimana berbisnis baju muslim di Pasar Tanah Abang ini.
  1. Tentukan model baju muslim yang akan Anda jual. Hal ini bisa didapat dengan mensurvei pasar dan penjual baju yang ada agar nantinya model baju yang dijual tidak ketinggalan jaman.
  2. Mencari konveksi yang jaraknya dekat dengan jangkauan Anda untuk mengurangi biaya transportasi bolak-balik untuk pengecekan.
  3. Membuat motif/model yang unik. Kebanyakan baju muslim motifnya tidak menarik. Buatlah yang unik sehingga baju muslim yang Anda jual bisa laku keras.
  4. Baju muslim anak-anak sekarang ini banyak dicari. Baju dengan model yang lucu tentunya membuat anak-anak suka memakainya.
  5. Pilih bahan yang nyaman dan ramah kulit. Biasanya bahan yang banyak disukai adalah katun.
  6. Buat website untuk mempromosikan baju muslim yang Anda jual. Cantumkan alamat toko di Tanah Abang dengan lengkap dan nomor telepon agar mudah dihubungi.
  7. Siapkan stok yang banyak jika sewaktu-waktu ada permintaan banyak. Jangan sampai mengecewakan konsumen karena persediaan baju sedikit.
Jika telah siap dengan ‘senjata’ Anda, mulailah berbisnis dari sekarang. Jangan ragu, karena Anda jugalah yang akan menikmati masa tua yang tenang.
Oleh: AnneAhira.com Content Team

Berkembangnya Bisnis Pakaian Online


Dengan adanya teknologi internet teori marketing mengalami sedikit pergeseran. Seperti kita ketahui konsep marketing mix yaitu 7 P yang mutlak dan harus dilakukan salah satunya adalah pemilihan tempat ( Place ) yang strategis, dimana dalam konteks pemasaran tempat tersebut ramai dilewati, memiliki lay out yang baik dan sebagainya.

Akan tetapi kini dengan internet, dari dalam kamarpun bisa menjangkau dunia. Namun pertanyaan yang timbul adalah seberapa besar pengaruh perdagangan online (e-comerce) terhadap pedagang konvensional yang sudah mengakar selama ribuan tahun.

Berdasarkan hasil survey dilapangan terhadap pedagang pakaian konvensional, ternyata dampak psikologis lebih terasa daripada dampak riilnya, oleh karena pengguna internet dikalangan masyarakat Indonesia masih sangat terbatas dan target yang tidak jelas dijalur online dan tentunya akan berpengatuh pada belanja pakaian online.

Berbeda dengan negara-negara maju, perkembangan e-comerce begitu pesat dan menjadikan pola belanja pakaian online semakin familiar dan sempat membuat kewalahan para pedagang besar konvensional dalam menjalankan strategi marketingnya.

Bagi pedagang pakaian online atau aksesoris lainnya, pertumbuhan pedagang online sejenis seharusnya tidak dipandang sebagai menyaingi pedagang online yang lain akan tetapi lebih tepat dipandang sebagai menghidupkan atau menggairahkan e-comerce itu sendiri khususnya di Indonesia. Karena dengan demikianlah pedagang online memiliki power untuk menyaingi pedagang pakaian konvensional.

Sebagai contoh misalnya sebuah mall yang besar hanya di tempati oleh segelintir pedagang dan sebagian besar toko/kios tutup, maka daya tarik terhadap mall tersebut juga akan menurun. Pertama karena tidak lengkap dan yang kedua karena tidak adanya persaingan yang ketat yang dapat menghidupkan suasana belanja ataupun suasana mall itu sendiri, demikianlah halnya dengan pedagang online.

Pertumbuhan jumlah pedagang di jalur online justru akan menjadi daya tarik pasar yang secara langsung atau tidak langsung mendorong keingintahuan para customer yang mengejar efisiensi dalam belanja barang.

Pedagang pakaian online tidak memiliki target pasar yang jelas dalam jangka pendek karena bagaimanapun keberadaannya mengharapkan para pembeli dari pedagang konvensional yang kita ketahui mayoritas sangat minim pengetahuannya tentang komputer atau internet, sedangkan minoritas pedagang konvensional yang mengerti teknologi ini tentu beralih atau membuka usahanya di jalur online juga, sehingga dengan demikian sangat kecil kemungkinannya terjadi jual beli antar sesama pedagang online.

Oleh karena itu pedagang online di Indonesia dalam jangka pendek lebih banyak memberi terapi kepada pedagang konvensional ketimbang mengambil alih posisi perdagangan.

Namun demikian bukan berarti pedagang online tidak memiliki prospek dimasa depan, karena masih tergolong baru sehingga membutuhkan waktu menjadikan e-comerce lebih familiar sehingga efisiensi yang diharapkan semua pihak saat ini dapat tercapai.
Sumber : hanslim.wordpress.com